“Dana Hibah Siluman” Memanas, Mansir Mudeng: Aleg Kabgor Perlu Bimtek Lagi

  • Whatsapp
Pemerhati Demokrasi Provinsi Gorontalo, Mansir Mudeng. /Istimewa

GORONTALO, (Kabgor) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo sepertinya adu pantun terkait dugaan dana “Hibah Siluman” yang kini mencuat di tengah masyarakat Kabupaten Gorontalo (Kabgor).

Dugaan “Dana Hibah Siluman” pertama kali berhembus saat Rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Gorontalo tahun 2020 antara DPRD Kabgor dan Pemda Kabgor.

Rapat yang dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabgor itu menuai berbagai pertanyaan dari para Anggota Legislatif (Aleg) DPRD Kabgor, terutama yang paling vokal menyuarakan adanyanya dugaan aliran dana “Hibah Siluman” salah satunya datang dari Wakil Ketua DPRD Kabgor, Roman Nasaru.

Roman mempertanyakan aliran dana hibah Koni sejumlah Rp 1,5 miliyar yang tidak pernah dibahas di DPRD dan tidak tercantum dalam dokumen APBD Pemda Kabgor namun telah terealisasi. Sementara menurut Roman, aliran dana tersebut tidak tercantum dalam dokumen evaluasi Gubernur.

Berbagai pertanyaan yang muncul tersebut kemudian menuai tanggapan langsung dari Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, yang dalam keterangannya pada salah satu media massa menyebut bahwa Roman Nasaru berbohong dan aliran dana “Hibah Siluman” itu hanyalah Hoax.

Sejalan dengan Nelson, salah satu Pemerhati Demokrasi yang juga mantan Juru Bicara (Jubir) Gubernur Gorontalo, Mansir Mudeng, hadir dalam kicauannya di akun media sosial (medsos) Facebook (Fb) yang secara tersirat menyampaikan pada statuts Fbnya, bahwa ada Aleg yang kurang bermutu dan hanya pengen “ngetop” saja.

Kicauan Mansir lantas dibalas oleh Aleg DPRD Kabgor, Sarifa Pangalima, yang menyebut bahwa Mansir tidak hadir dalam pembahasan LKPJ, jadi tidak mengetahui persoalan aliran dana “Hibah Siluman”. Sarifa lantas berunjar bahwa Mansir perlu banyak belajar lagi.

next..,

Pos terkait